Kunjungan ke Dunia Industri

Para siswa dan guru berkunjung ke pabrik bakpia "Bakpiapia". Hal ini dalam rangka pembelajaran di luar kelas. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sudut pandang dan pengalaman pada siswa tentang kegiatan kewirausahaan.

Outbond Siswa dan Orangtua

Alam adalah tempat kita berkiprah. Oleh karena itu, sesekali kita perlu hadir akrab dengannya yang salah satunya melalui kegiatan outbond. Kegiatan ini diikuti pula oleh orangtua siswa. Selain mendampingi putra/putrinya, mereka turut menyatu dengan seluruh warga sekolah yang hadir.

Kegiatan Apel Pagi Siswa dan Guru

Apel pagi dilaksanakan setiap hari Selasa-Jumat pukul 07.15 WIB. Kegiatan dalam apel pagi yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars dan hymne SLB Negeri 2 Yogyakarta, berdoa bersama, penyampaian pengumuman, dan diakhiri dengan saling berjabat tangan.

Pembelajaran Keterampilan Tata Boga

Siswa dan Guru asyik bereksperimen di dapur. Mereka melaksanakan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menjalin kerjasama dengan baik adalah budaya kerja kami.

Pembelajaran Keterampilan Kriya Kayu

Di bengkel ini, kami memroduksi beraneka kerajinan dari kayu diantaranya: APE, gantungan kunci, dan pernak-pernik lainnya. Hasilnya kami jual dalam berbagai event pameran.

Kamis, 07 November 2019

Gerakan Literasi Sekolah: Membuat Batik Jumputan

Senin, 04 November 2019

PUBLIKASI IKM PER JENIS LAYANAN SLB N 2 YOGYAKARTA TAHUN 2019





Rabu, 16 Oktober 2019

Gerakan Literasi Sekolah ke Saloka Salatiga

Pada hari ini, Rabu, 16 Oktober 2019, SLB N 2 Yogyakarta melaksanakan outing class ke Saloka Salatiga. Kegiatan ini merupakan salah satu program sekolah yang dilaksanakan setahun sekali. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan kemampuan peserta didik dalam bersosialisasi terhadap lingkungan sekitar dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini juga dalam rangka membudayakan Gerakan Literasi Sekolah.

Saloka kan taman bermain, apa kaitannya dengan Gerakan Literasi Sekolah?

Literasi tidak melulu pada kegiatan membaca dan menulis saja. Ada enam jenis literasi saat ini yakni literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, dan literasi budaya dan kewargaan. Saloka menyediakan taman bermain dengan konsep legenda Rawa Pening. Hal ini merupakan satu hasil budaya masyarakat Indonesia. Melalui budaya ini dapat diambil nilai-nilai akhlak untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hal tersebut misalnya dengan  membaca nama-nama area yang diberi nama Balalantar, Kamayayi, SegaraPrada, Ararya, dan Pesisir. Aneka wahana juga diberi nama dalam bahasa Jawa seperti bengak-bengok, teka-teko, polah bocah, gonjang-ganjing, dsb.  Oleh karena itulah pada kesempatan ini peserta didik melaksanakan kegiatan literasi budaya dan kewargaan. 

Peserta didik berjumpa dengan pengunjung lain dari berbagai daerah. Mereka antri tiket, antri masuk lewat portal, antri menggunakan wahana, menjaga untuk tertib dan tidak mengganggu pengunjung lain, dan membuang sampah pada tempatnya. Dengan demikian mereka memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik. 

Oleh karena itulah sekolah mengangkat tema "Saya Anak Indonesia, Saya Bahagia". Rasa bahagia diperoleh dengan memahami dan memiliki pemaknaan yang mendalam. "Gerakan literasi terus kita jalankan agar para peserta didik maupun guru terus bertambah luas wawasannya. Dengan luasnya wawasan maka hati menjadi lebih lapang, pikiran menjadi lebih bijak dalam menghadapi aneka situasi di zaman ini." kata Ibu Tunzinah, kepala SLB N 2 Yogyakarta

Peserta didik menikmati aneka wahana seperti bianglala, komedi putar, permainan air, dll. Tak lupa juga mereka mengasah literasi sains mereka dalam wahana Galileo. Peserta didik belajar memahami keadaan alam dari zaman prasejarah hingga modern saat ini. Selain itu, dengan membaca aneka rambu, tanda-tanda peringatan, petunjuk jalan, dsb, berarti anak-anak telah melaksanakan literasi lalu lintas. Yang menarik dari kegiatan ini adalah ketika berinteraksi dengan pengunjung lain. Ada pengunjung yang merasa simpati dengan anak-anak difabel daksa. Akhirnya mempersilakan duluan dalam menggunakan wahana. Dengan demikian artinya pengunjung semakin menerima keberadaan anak difabel sebagai bagian dari warga Indonesia yang sama-sama memiliki hak dalam pemanfaatan fasilitas. 

"Alhamdulillah, anak-anak mengetahui tentang rambu-rambu tempat, tahu perkembangan zaman, praktik membaca nama-nama wahana, dan saling menghormati hak orang lain, dan semua bergembira", pungkas Ibu Tunzinah. Alhamdulillah (agz)









Rabu, 31 Juli 2019

Diskusi Kelompok Terfokus "Akper Notokusumo Yogyakarta"


Rabu, 31 Juli 2019 di SLB N 2 Yogyakarta diselenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus/ Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Akademi Keperawatan Notokusumo Yogyakarta. Diskusi dipimpin oleh Barkah Wulandari, M.Kep. dan Apri Nur Wulandari, M.Kep. dosen Akademi Keperawatan Notokusumo Yogyakarta. Peserta diskusi berasal dari sebagian guru SLB N 2 Yogyakarta (Dra. Tunzinah, M.Pd.; Andriyatni, S.Pd.; Dra. Muyassaroh; Siti Alfiah, S.Pd.; Muh Safi'i, S,Ag., M.Pd.; Wisnu Satria Ghautama, S,.Pd.Jas, M.Pd.; Muhamad Tri Wahyudi, M.Pd., dan Astuti, S.Pd.).

Diskusi dilakukan dalam rangka penelitian ilmiah yang berjudul "Model Pengembangan Health Reproduction pada Remaja Berkebutuhan Khusus: Tunagrahita di Yogyakarta".

Penelitian bertujuan untuk mengetahui anak remaja yang berkebutuhan khusus (tunagrahita) tentang kesehatan reproduksi, mengetahui pengalaman serta kebutuhan orang tua dengan remaja berkebutuhan khusus terkait pengalamannya dalam memberikan pemdidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi kepada remaja berkebutuhan khusus. Sehingga dapat dijadikan model pengembangan health reproduction berbasis need assessment yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi orang tua, guru dan praktisi dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak perkebutuhan khusus (tunagrahita).

Peserta diskusi akan dilanjutkan dalam waktu dekat dengan peserta orang tua siswa berkebutuhan khusus tunagrahita.(fi'i_01/08/2019)

Rabu, 17 Juli 2019

KEMBALI KE SEKOLAH

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SLB Negeri 2 Yogyakarta telah dilaksanakan dengan pada Senin sampai Rabu, 15-17 Juli 2019. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah dan terhir mengadakan kunjungan ke Gedung Agung Yogyakarta. Serangkaian acara MPLS di isi dengan pengenalan murid baru, pengenalan wali kelas masing-masing dan Penyuluhan Manfaat Makan Ikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan DIY, tujuan dari kegiatan ini adalah adalah agar anak gemar makan ikan yang sangat bermanfaat bagi tubuhnya. Hari kedua dilaksanakan dengan pengenalan tata tertib sekolah dan pentas seni. Hari ketiga di akhiri dengan kunjungan ke Istana Negara Gedung Agung  Yogyakarta. Tujuan dari kunjungan ini adalah agar anak-anak mengenal salah satu tempat istana negara yang ada di Indonesia. (Chr/Fi'i)


Rabu, 10 Juli 2019

BAHAN PTK SUDAH ADA DIDEPAN MATA

Kepala Bidang GTK Dinas Dikpora DIY, Dra. Mulyati Yunipraptiwi, M.Si., mewakili Kepala Dinas Dikpora DIY dalam sambutan pembukaan Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SLB DIY menyampaikan bahwa “Bahan PTK sudah Ada Didepan Mata”, tinggal bagaiman guru dalam meramu dan menyusun PTK menjadi sebuah karya.
Dalam rangka peningkatan mutu bagi GTK dalam masa kini, tuntutan masyarakat dalam dunia pendidikan semakin tinggi. Diharapkan setelah pelatihan ini guru bisa menulis proposal dan sukur-sukur sampai terwujud sebuah karya PTK.
Sedangkan ketua panitia, Dr. Wiji Suparno dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari 15 kepala sekolah dan 60 guru semuanya dari SLB se Daerah Iostimewa Yogyakarta.
Materi yang akan disampaikan oleh nara sumber yang sudah berkompeten yang terdiri dari unsur pejabat dinas dikpora, LPMP, Dosen Perguruan Tinggi dan para Penilai PAK.
Berdasarkan pengamatan dari Dinas Dikpora DIY, sebagian besar guru dalam mengisi SKP mencatumkan menyusun atau membuat PTK dan mengikuti kegiatan Pengembangan Diri. Dari pengamatan itu maka dinas Dikpora DIY memberikan fasilitasi dalam pemenuhan kegiatan tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 10 sampai dengan 13 Juli 2019 di Hotel Tirta Kencana dan Garden Resto Banguntapan Bantul. (Mh. Safi’i)

Kamis, 27 Juni 2019

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019/2020


Rangkaian kegiatan penerimaan peserta didik baru SLB N 2 Yogyakarta dilanjutkan dengan proses asesmen. Para calon peserta didik baru selanjutnya diundang ke sekolah untuk menjalani screening tentang kondisi calon peserta didik. Pada sesi ini pula, para orangtua calon peserta didik juga turut mengikuti asesmen.

Kegiatan ini dilakukan oleh tim PPDB dengan melibatkan tenaga ahli dan psikolog. Kegiatan asesmen dilakukan untuk mengetahui secara detail kebutuhan khusus yang dimiliki oleh calon peserta didik. Hal ini digunakan sebagai referensi kemampuan sekolah dalam melayani peserta didik. Nantinya calon peserta didik yang belum dapat dilayani pada tahun pelajaran ini akan dirujuk ke sekolah yang lebih tepat.

Penerimaan peserta didik tahun ini disesuaikan dengan rasio guru dan peserta didik. Selanjutnya sekolah dapat menentukan kuota peserta didik yang dapat dilayani. Pada tahun ini, SLB N 2 Yogyakarta menetapkan kuota peserta didik baru sebanyak 3 peserta didik baru untuk jenjang TKLB, 8 untuk jenjang SDLB, 5 untuk jenjang SMPLB, dan 5 untuk jenjang SMALB.

Ibu Astuti, selaku panitia PPDB menyampaikan bahwa jumlah calon peserta didik yang mendaftar telah melebihi kuota. Adanya asesmen ini, selanjutnya menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah untuk melakukan proses seleksi. Dengan demikian calon peserta didik yang belum dapat dilayani tahun ini maka akan diarahkan ke sekolah lain. Pertimbangannya adalah kondisi peserta didik dan ketersediaan jumlah guru di sekolah. (agz)






Selasa, 25 Juni 2019

Syawalan Guru dan Karyawan SLB Kota Yogyakarta tahun 2019

Syawalan merupakan tradisi yang ada di negara kita tercinta, Indonesia. Tradisi ini dilakukan pada bulan Syawal, setelah sebulan penuh umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Tidak hanya masyarakat umum yang menyelenggarakan syawalan, tetapi juga instansi-instansi, baik swasta maupun pemerintah pun melaksanakannya. Pada momen tersebut, orang saling memaafkan satu sama lain. Pada saat itu pula biasanya orang-orang menyediakan aneka hidangan sebagai ucapan rasa syukur. Hal ini sesuai dengan teladan, siapa yang bisa berterimakasih kepada manusia, maka ia mampu berterima kasih kepada Allah.

Hari ini, Rabu, 26 Juni 2019 dilaksanakan Syawalan Guru dan Karyawan SLB Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB Kota Yogyakarta. Syawalan kali ini dilaksanakan di Aula SLB Negeri Pembina. 

Kegiatan diawali dengan doa dan sambutan oleh ketua MKKS, Suradi, S.Pd. Setelah itu dilakukan pembacaan ayat Alquran oleh Masruri, S.Pd. Kegiatan inti adalah pengucapan ikrar syawalan yang dipimpin oleh Widodo, S.Ag, yang di akhir kegiatan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan.

Tausiyah pada syawalan kali ini dipandu oleh Inspirator Metamorphosis Yogyakarta, H. Dwiyono Irianto. "Agar sejahtera di dunia dan akhirat, Bapak/Ibu perlu bertaqwa dan memiliki catur sehat, yaitu sehat mental, fisik, spiritual, dan finansial", kata beliau.

"Dalam melaksanakan tugas bapak/ibu di sekolah, lakukan dengan ikhlas, dan bangun nuansa kerja dengan cinta. Karena jika mengunggulkan jabatan, maka begitu pensiun panjenengan akan ditinggalkan., tapi jika membangun hubungan karena cinta, sampai kapanpun bapak/ibu selalu diperhatikan", lanjut beliau.


Kegiatan diakhiri dengan doa dan santap siang bersama. Alhamdulillah. (agz)









Selasa, 18 Juni 2019

PELEPASAN PESERTA DIDIK SLB NEGERI 2 YOGYAKARTA TAHUN 2019

Pengawas SLB Dinas Dikpora DIY, Sardiyana, M.A. menyampaikan: “Saya merasa senang pada hari ini, karena anak-anak sudah selesai menempuh pendidikan di SLB Negeri 2 Yogyakarta ini dengan sukses. Keberhasilan pendidikan merupakan kolaborasi kerjasama yang dilakukan antara sekolah dengan pihak orang tua (keluarga). Sekolah hanya mengantarkan berdasarkan bakat dan minat para siswa saja”. 

“Pemerintah pada tahun 2015 sudah mencanangkan tentang  Pembinaan Pendidikan Keluarga (Pemdikel), sehingga pendidikan keluarga sangat penting. Waktu yang paling banyak dilakukan oleh anak adalah di keluarga, maka keluarga dan sekolah harus berkolaborasi untuk membentuk anak-anak yang berkarakter”, demikan Sardiyana lebih lanjut yang disampaikan pada acara Pelepasan Peserta Didik dan Syawalan SLB Negeri 2 Yogyakarta pada Rabu 19 Juni 2019 di SLB Negeri 2 Yogyakarta.
Lebih lanjut pengawas PLB yang pada 2010-2011 pernah menjabat sebagai kepala SLB N 2 Yogyakarta menyampaikan bagi anak-anak yang sudah lulus SMALB, bukan berarti pendidikan sudah selesai, akan tetapi justru merupakan awal dalam mengarungi kehidupan nyata. Orang tua diminta untuk menyiapkan kegiatan bagi anak-anaknya. 
Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Tunzinah menyampaikan “mohon maaf kepada para siswa dan juga orang tua atas kekurangan dan kesalahan dalam pelayanan pendidikan pada siswa siswi.
Kepada orang tua wali siswa  yang putra lulus SDLB dan SMPLB kami mohon untuk tetap meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan yang sudah lulus SMALB kami serahkan kepada orang tua, semoga jalinan silaturahmi yang sudah berjalan selama ini tetap terjaga. Anak-anak tetap dikawal dalam pendidikan dan keterampilannya. Mengembangkan apa yang sudah diperoleh selama di sekolah.
Mudah-mudahabn anak-anak   bisa bekerja dilembaga swasta atau mungkin dipemerintah, dan bagi yang belum bisa maka kami mohon agar orang tua atau keluarganya bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk anak-anaknya, demikian kata Tunzinah.
Wakil orang tua yang putranya sudah lulus, Widiyati orang tua dari Dwi Rahmadi menyampaikan rasa terharunya karena tidak terasa anak-anak sudah menempuh pendidikan cukup lama di SLB Negeri 2 Yogyakarta. Sekolah merupakan rumah ke dua setelah keluarga. Kami juga akan siap untuk mencarikan pendidikan atau kegiatan bagi anak-anak kami yang sudah lulus dari SLB Negeri 2 Yogyakarta. Kami juga berpesan agar para orang tua untuk tetap semangat dalam mendingi anak-anak yang telah menjadi amanah dari Allah SWT. 
Kami mengucapkan terimakasih atas pengorbanan dari para guru, mudah-mudahan segala amal dan perbutannya selalu mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. 
Menurut Ketua Panitia Ujian Sekolah, Mohamad Tri Wahyudi  peserta ujian pada tahun pelajaran 2018/2019 ini adalah sejumlah 13 siswa yang terdiri dari lima anak jenjang SDLB, dua anak jenjang SMPLB dan enam anak jenjang SMALB. Semua anak dianyatakan lulus. (Muh Safi’i/19/06/2019)

Minggu, 16 Juni 2019

DIKLAT JURNALISTIK GURU SLB N 2 YOGYAKARTA

Kepala Bidang Pendidikan Khusus  Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabid Diksus Dikpora DIY) yang diwakili oleh Kasi Kurikulum, Surti Raharyanta menyampaikan bahwa “Perkembangan dunia akan sangat dipengaruhi oleh sebuah tulisan, karena dengan menulis maka pola pikir, ide gagasan akan dibaca dan dikenal oleh orang lain secara turun temurun dengan otentik. Lain halnya dengan kebiasaan tutur (kebudayaan yang  tidak ditulis) banyak sekali kelemahannya, warisan cerita (tutur) lama kelamaan akan hilang karena yang mengingat dan mendengar sangat terbatas sehingg suatu  saat akan hilang”.

“Manfaat menulis banyak sekali, misalnya  untuk mengisi waktu luang dan merupakan sarana yang efektif dalam menyebarkan pengetahuan yang dialami dan dimilikinya kepada orang lain sehingga orang lain akan meniru atau bahkan menjadi inspirasi seseorang atau bangsa lain”, tegas  Surti Raharyanta dalam pembukaan Diklat Jurnalistik bagi Guru SLB N 2 Yogyakarta pada Rabu, 12 Juni 2019 di Aula SLB Negeri 2 Yogyakarta.

“Melalui tulisan bisa menguasai dunia. Hanya bangsa-bangsa yang mempunyai kebiasaan menulis yang akan mengalami perkembangan cepat, guna memperlancar sebuat tulisan maka seseorang harus mempunyai kebiasaan membaca sebagai refrensi. Orang tidak bisa menulis bila tidak mempunyai refrensi”, demikian kata Surti Raharyanta.

Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Tunzinah menyampaikan bahwa guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menulis, terutama artikel pendidikan di meda massa bagi para guru   SLB Negeri 2 Yogyakarta maka diadakan akan Diklat Jurnalistik selama tiga hari yaitu pada 12, 13 dan 18 Juni 2019 di Aula SLB Negeri 2 Yogyakarta. Narasumber dalam diklat tersebut adalah dari Dinas Dikpora DIY, Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY,  Y.B. Margantoro (Wartawan Utama Dewan Pers Dan Pemred Majalah Candra Dinas Dikpora DIY) dan Dr. Kuswarsantyo, M.Hum. (Dosen FBS UNY). Peserta diklat hanya terbatas bagi guru SLB Negeri 2 Yogyakarta. (Muh Safi’i)

Sabtu, 01 Juni 2019

Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2019

Usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 di SLB N 2 Yogyakarta. SLB Negeri 2 Yogyakarta tahun ini mendapat kehormatan dari PNS dari luar daerah (Guru SLB N 2 Jakarta dan Keuangan Kendari) untuk mengikuti upacara di SLB N 2 Yogyakarta. Hal dilakukan karena bagi PNS yang tidak mengikuti upacara dikantor induknya (karena sudah mudik lebaran) maka diharuskan untuk mengikuti upacara bergabung dengan instansi terdekat. (safi'i, 01/06/'19) 


Minggu, 26 Mei 2019

Hymne SLB Negeri 2 Yogyakarta


Mars SLB Negeri 2 Yogyakarta


Jumat, 24 Mei 2019

Menggapai Jannah Bersama ABK

Judul pada tulisan ini merupakan tema yang disampaikan pada kegiatan Pengajian Menjelang Berbuka Puasa di SLB Negeri 2 Yogyakarta pada Jumat, 24 Mei 2019. Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangkaian Pesantren Ramadhan 2019.

Narasumber kegiatan tersebut adalah dr. Ery Prasetya, SH., M.Psi. Beliau adalah seorang dokter sekaligus psikolog yang memiliki pondok pesantren khusus ABK. Pada kegiatan ini, beliau menyampaikan motivasi kepada orangtua siswa sehingga mereka diharapkan lebih ikhlas dalam mengemban amanah mengasuh ABK. 

Pengajian menjelang berbuka puasa ini setidaknya diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari siswa, orangtua siswa, guru, serta komite sekolah. Narasumber menyampaikan bahwa dalam mendidik anak menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa, tidak cukup hanya dengan diberikan materi dan pelajaran saja, melainkan juga diberikan contoh terutama oleh orangtua di rumah. Jika menginginkan anak bisa melaksanakan shalat, maka orangtua juga perlu memberi teladan melaksanakan shalat. Hal ini karena anak banyak menyerap masukan dari hal-hal yang mereka saksikan. hal-hal tersebut selanjutnya mewujud menjadi "benang karakter", yang selanjutnya benang-benang tersebut nantinya terajut menjadi karakter atau watak pada diri si anak.

Filosofinya adalah bahwa tanah yang subur dapat menumbuhkan tanaman dengan lebih baik. Demikian halnya jika lingkungan anak adalah lingkungan yang mengandung nilai-nilai keteladanan yang baik, maka tanpa banyak bernarasi pun si anak dapat tumbuh dan berkembang dari nilai-nilai tersebut.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB ini pun selanjutnya ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan berbuka puasa. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah dengan adanya beberapa orangtua siswa yang terharu akan nilai-nilai yang disampaikan oleh dr. Ery Prasetya. Mereka menjadi lebih sadar bahwa anak-anak berkebutuhan khusus yang mereka miliki tersebut merupakan kunci surga kelak si kemudian hari. Pada akhir sesi, peserta mendapatkan sertifikat dan nomor kontak sehingga para orangtua dapat berkonsultasi di kemudian hari. dr. Ery Prasetya, SH., M.Psi. dapat dihubungi melalui nomor 085879632660. (agz)




Pembelajaran Karakter Melalui Kisah Nabi dan Sahabat

Setelah selesainya kegiatan pembukaan pesantren Ramadhan, para siswa melaksanakan beberapa sesi kegiatan. Salah satu kegiatan tersebut adalah pembelajaran kisah nabi dan sahabat. Sesi ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter yang baik (akhlakul karimah) melalui kisah keteladanan utusan Allah.

Kegiatan dilaksanakan di ruang aula pukul 09.45 - 11.15 WIB. Siswa didampingi oleh wali kelas masing-masing berkumpul untuk selanjutnya menyimak arahan. Kegiatan yang dipandu oleh Muhammad Tri Wahyudi, S.Pd., ini mengusung judul "Nabi Sulaiman Yang Kaya". Kegiatan diawali dengan tanya jawab yang mengarah ke isi pembelajaran, misalnya "siapa yang kenal dengan Nabi Sulaiman?., apa saja hal menarik pada Nabi Sulaiman?., dll"

Sembari mengondisikan suasana, Pak Surya menyiapkan alat dan media pembelajaran berupa proyektor dan kaset CD Kisah Nabi Sulaiman. Setelah semuanya siap, para siswa selanjutnya menyimak tayangan audio visual tentang kisah tersebut.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah, banyak siswa yang kagum akan kehebatan yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman. Kehebatan tersebut antara lain kemampuan berkomunikasi dengan binatang, angin, bahkan jin. Namun demikian, Nabi Sulaiman tetap tunduk kepada Allah dan tidak pernah sekalipun menyombongkan diri. Pembelajaran yang ditumbuhkan adalah tentang sikap rendah hati. Meskipun seseorang diberikan berbagai kelebihan oleh Allah, namun orang tersebut tidak boleh sombong, karena semuanya hanyalah titipan. (agz)