Kunjungan ke Dunia Industri

Para siswa dan guru berkunjung ke pabrik bakpia "Bakpiapia". Hal ini dalam rangka pembelajaran di luar kelas. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sudut pandang dan pengalaman pada siswa tentang kegiatan kewirausahaan.

Outbond Siswa dan Orangtua

Alam adalah tempat kita berkiprah. Oleh karena itu, sesekali kita perlu hadir akrab dengannya yang salah satunya melalui kegiatan outbond. Kegiatan ini diikuti pula oleh orangtua siswa. Selain mendampingi putra/putrinya, mereka turut menyatu dengan seluruh warga sekolah yang hadir.

Kegiatan Apel Pagi Siswa dan Guru

Apel pagi dilaksanakan setiap hari Selasa-Jumat pukul 07.15 WIB. Kegiatan dalam apel pagi yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars dan hymne SLB Negeri 2 Yogyakarta, berdoa bersama, penyampaian pengumuman, dan diakhiri dengan saling berjabat tangan.

Pembelajaran Keterampilan Tata Boga

Siswa dan Guru asyik bereksperimen di dapur. Mereka melaksanakan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menjalin kerjasama dengan baik adalah budaya kerja kami.

Pembelajaran Keterampilan Kriya Kayu

Di bengkel ini, kami memroduksi beraneka kerajinan dari kayu diantaranya: APE, gantungan kunci, dan pernak-pernik lainnya. Hasilnya kami jual dalam berbagai event pameran.

Kamis, 27 Juni 2019

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019/2020


Rangkaian kegiatan penerimaan peserta didik baru SLB N 2 Yogyakarta dilanjutkan dengan proses asesmen. Para calon peserta didik baru selanjutnya diundang ke sekolah untuk menjalani screening tentang kondisi calon peserta didik. Pada sesi ini pula, para orangtua calon peserta didik juga turut mengikuti asesmen.

Kegiatan ini dilakukan oleh tim PPDB dengan melibatkan tenaga ahli dan psikolog. Kegiatan asesmen dilakukan untuk mengetahui secara detail kebutuhan khusus yang dimiliki oleh calon peserta didik. Hal ini digunakan sebagai referensi kemampuan sekolah dalam melayani peserta didik. Nantinya calon peserta didik yang belum dapat dilayani pada tahun pelajaran ini akan dirujuk ke sekolah yang lebih tepat.

Penerimaan peserta didik tahun ini disesuaikan dengan rasio guru dan peserta didik. Selanjutnya sekolah dapat menentukan kuota peserta didik yang dapat dilayani. Pada tahun ini, SLB N 2 Yogyakarta menetapkan kuota peserta didik baru sebanyak 3 peserta didik baru untuk jenjang TKLB, 8 untuk jenjang SDLB, 5 untuk jenjang SMPLB, dan 5 untuk jenjang SMALB.

Ibu Astuti, selaku panitia PPDB menyampaikan bahwa jumlah calon peserta didik yang mendaftar telah melebihi kuota. Adanya asesmen ini, selanjutnya menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah untuk melakukan proses seleksi. Dengan demikian calon peserta didik yang belum dapat dilayani tahun ini maka akan diarahkan ke sekolah lain. Pertimbangannya adalah kondisi peserta didik dan ketersediaan jumlah guru di sekolah. (agz)






Selasa, 25 Juni 2019

Syawalan Guru dan Karyawan SLB Kota Yogyakarta tahun 2019

Syawalan merupakan tradisi yang ada di negara kita tercinta, Indonesia. Tradisi ini dilakukan pada bulan Syawal, setelah sebulan penuh umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Tidak hanya masyarakat umum yang menyelenggarakan syawalan, tetapi juga instansi-instansi, baik swasta maupun pemerintah pun melaksanakannya. Pada momen tersebut, orang saling memaafkan satu sama lain. Pada saat itu pula biasanya orang-orang menyediakan aneka hidangan sebagai ucapan rasa syukur. Hal ini sesuai dengan teladan, siapa yang bisa berterimakasih kepada manusia, maka ia mampu berterima kasih kepada Allah.

Hari ini, Rabu, 26 Juni 2019 dilaksanakan Syawalan Guru dan Karyawan SLB Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB Kota Yogyakarta. Syawalan kali ini dilaksanakan di Aula SLB Negeri Pembina. 

Kegiatan diawali dengan doa dan sambutan oleh ketua MKKS, Suradi, S.Pd. Setelah itu dilakukan pembacaan ayat Alquran oleh Masruri, S.Pd. Kegiatan inti adalah pengucapan ikrar syawalan yang dipimpin oleh Widodo, S.Ag, yang di akhir kegiatan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan.

Tausiyah pada syawalan kali ini dipandu oleh Inspirator Metamorphosis Yogyakarta, H. Dwiyono Irianto. "Agar sejahtera di dunia dan akhirat, Bapak/Ibu perlu bertaqwa dan memiliki catur sehat, yaitu sehat mental, fisik, spiritual, dan finansial", kata beliau.

"Dalam melaksanakan tugas bapak/ibu di sekolah, lakukan dengan ikhlas, dan bangun nuansa kerja dengan cinta. Karena jika mengunggulkan jabatan, maka begitu pensiun panjenengan akan ditinggalkan., tapi jika membangun hubungan karena cinta, sampai kapanpun bapak/ibu selalu diperhatikan", lanjut beliau.


Kegiatan diakhiri dengan doa dan santap siang bersama. Alhamdulillah. (agz)









Selasa, 18 Juni 2019

PELEPASAN PESERTA DIDIK SLB NEGERI 2 YOGYAKARTA TAHUN 2019

Pengawas SLB Dinas Dikpora DIY, Sardiyana, M.A. menyampaikan: “Saya merasa senang pada hari ini, karena anak-anak sudah selesai menempuh pendidikan di SLB Negeri 2 Yogyakarta ini dengan sukses. Keberhasilan pendidikan merupakan kolaborasi kerjasama yang dilakukan antara sekolah dengan pihak orang tua (keluarga). Sekolah hanya mengantarkan berdasarkan bakat dan minat para siswa saja”. 

“Pemerintah pada tahun 2015 sudah mencanangkan tentang  Pembinaan Pendidikan Keluarga (Pemdikel), sehingga pendidikan keluarga sangat penting. Waktu yang paling banyak dilakukan oleh anak adalah di keluarga, maka keluarga dan sekolah harus berkolaborasi untuk membentuk anak-anak yang berkarakter”, demikan Sardiyana lebih lanjut yang disampaikan pada acara Pelepasan Peserta Didik dan Syawalan SLB Negeri 2 Yogyakarta pada Rabu 19 Juni 2019 di SLB Negeri 2 Yogyakarta.
Lebih lanjut pengawas PLB yang pada 2010-2011 pernah menjabat sebagai kepala SLB N 2 Yogyakarta menyampaikan bagi anak-anak yang sudah lulus SMALB, bukan berarti pendidikan sudah selesai, akan tetapi justru merupakan awal dalam mengarungi kehidupan nyata. Orang tua diminta untuk menyiapkan kegiatan bagi anak-anaknya. 
Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Tunzinah menyampaikan “mohon maaf kepada para siswa dan juga orang tua atas kekurangan dan kesalahan dalam pelayanan pendidikan pada siswa siswi.
Kepada orang tua wali siswa  yang putra lulus SDLB dan SMPLB kami mohon untuk tetap meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan yang sudah lulus SMALB kami serahkan kepada orang tua, semoga jalinan silaturahmi yang sudah berjalan selama ini tetap terjaga. Anak-anak tetap dikawal dalam pendidikan dan keterampilannya. Mengembangkan apa yang sudah diperoleh selama di sekolah.
Mudah-mudahabn anak-anak   bisa bekerja dilembaga swasta atau mungkin dipemerintah, dan bagi yang belum bisa maka kami mohon agar orang tua atau keluarganya bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk anak-anaknya, demikian kata Tunzinah.
Wakil orang tua yang putranya sudah lulus, Widiyati orang tua dari Dwi Rahmadi menyampaikan rasa terharunya karena tidak terasa anak-anak sudah menempuh pendidikan cukup lama di SLB Negeri 2 Yogyakarta. Sekolah merupakan rumah ke dua setelah keluarga. Kami juga akan siap untuk mencarikan pendidikan atau kegiatan bagi anak-anak kami yang sudah lulus dari SLB Negeri 2 Yogyakarta. Kami juga berpesan agar para orang tua untuk tetap semangat dalam mendingi anak-anak yang telah menjadi amanah dari Allah SWT. 
Kami mengucapkan terimakasih atas pengorbanan dari para guru, mudah-mudahan segala amal dan perbutannya selalu mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. 
Menurut Ketua Panitia Ujian Sekolah, Mohamad Tri Wahyudi  peserta ujian pada tahun pelajaran 2018/2019 ini adalah sejumlah 13 siswa yang terdiri dari lima anak jenjang SDLB, dua anak jenjang SMPLB dan enam anak jenjang SMALB. Semua anak dianyatakan lulus. (Muh Safi’i/19/06/2019)

Minggu, 16 Juni 2019

DIKLAT JURNALISTIK GURU SLB N 2 YOGYAKARTA

Kepala Bidang Pendidikan Khusus  Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabid Diksus Dikpora DIY) yang diwakili oleh Kasi Kurikulum, Surti Raharyanta menyampaikan bahwa “Perkembangan dunia akan sangat dipengaruhi oleh sebuah tulisan, karena dengan menulis maka pola pikir, ide gagasan akan dibaca dan dikenal oleh orang lain secara turun temurun dengan otentik. Lain halnya dengan kebiasaan tutur (kebudayaan yang  tidak ditulis) banyak sekali kelemahannya, warisan cerita (tutur) lama kelamaan akan hilang karena yang mengingat dan mendengar sangat terbatas sehingg suatu  saat akan hilang”.

“Manfaat menulis banyak sekali, misalnya  untuk mengisi waktu luang dan merupakan sarana yang efektif dalam menyebarkan pengetahuan yang dialami dan dimilikinya kepada orang lain sehingga orang lain akan meniru atau bahkan menjadi inspirasi seseorang atau bangsa lain”, tegas  Surti Raharyanta dalam pembukaan Diklat Jurnalistik bagi Guru SLB N 2 Yogyakarta pada Rabu, 12 Juni 2019 di Aula SLB Negeri 2 Yogyakarta.

“Melalui tulisan bisa menguasai dunia. Hanya bangsa-bangsa yang mempunyai kebiasaan menulis yang akan mengalami perkembangan cepat, guna memperlancar sebuat tulisan maka seseorang harus mempunyai kebiasaan membaca sebagai refrensi. Orang tidak bisa menulis bila tidak mempunyai refrensi”, demikian kata Surti Raharyanta.

Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Tunzinah menyampaikan bahwa guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menulis, terutama artikel pendidikan di meda massa bagi para guru   SLB Negeri 2 Yogyakarta maka diadakan akan Diklat Jurnalistik selama tiga hari yaitu pada 12, 13 dan 18 Juni 2019 di Aula SLB Negeri 2 Yogyakarta. Narasumber dalam diklat tersebut adalah dari Dinas Dikpora DIY, Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY,  Y.B. Margantoro (Wartawan Utama Dewan Pers Dan Pemred Majalah Candra Dinas Dikpora DIY) dan Dr. Kuswarsantyo, M.Hum. (Dosen FBS UNY). Peserta diklat hanya terbatas bagi guru SLB Negeri 2 Yogyakarta. (Muh Safi’i)

Sabtu, 01 Juni 2019

Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2019

Usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 di SLB N 2 Yogyakarta. SLB Negeri 2 Yogyakarta tahun ini mendapat kehormatan dari PNS dari luar daerah (Guru SLB N 2 Jakarta dan Keuangan Kendari) untuk mengikuti upacara di SLB N 2 Yogyakarta. Hal dilakukan karena bagi PNS yang tidak mengikuti upacara dikantor induknya (karena sudah mudik lebaran) maka diharuskan untuk mengikuti upacara bergabung dengan instansi terdekat. (safi'i, 01/06/'19)