Kunjungan ke Dunia Industri

Para siswa dan guru berkunjung ke pabrik bakpia "Bakpiapia". Hal ini dalam rangka pembelajaran di luar kelas. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sudut pandang dan pengalaman pada siswa tentang kegiatan kewirausahaan.

Outbond Siswa dan Orangtua

Alam adalah tempat kita berkiprah. Oleh karena itu, sesekali kita perlu hadir akrab dengannya yang salah satunya melalui kegiatan outbond. Kegiatan ini diikuti pula oleh orangtua siswa. Selain mendampingi putra/putrinya, mereka turut menyatu dengan seluruh warga sekolah yang hadir.

Kegiatan Apel Pagi Siswa dan Guru

Apel pagi dilaksanakan setiap hari Selasa-Jumat pukul 07.15 WIB. Kegiatan dalam apel pagi yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars dan hymne SLB Negeri 2 Yogyakarta, berdoa bersama, penyampaian pengumuman, dan diakhiri dengan saling berjabat tangan.

Pembelajaran Keterampilan Tata Boga

Siswa dan Guru asyik bereksperimen di dapur. Mereka melaksanakan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menjalin kerjasama dengan baik adalah budaya kerja kami.

Pembelajaran Keterampilan Kriya Kayu

Di bengkel ini, kami memroduksi beraneka kerajinan dari kayu diantaranya: APE, gantungan kunci, dan pernak-pernik lainnya. Hasilnya kami jual dalam berbagai event pameran.

Minggu, 26 Mei 2019

Hymne SLB Negeri 2 Yogyakarta


Mars SLB Negeri 2 Yogyakarta


Jumat, 24 Mei 2019

Menggapai Jannah Bersama ABK

Judul pada tulisan ini merupakan tema yang disampaikan pada kegiatan Pengajian Menjelang Berbuka Puasa di SLB Negeri 2 Yogyakarta pada Jumat, 24 Mei 2019. Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangkaian Pesantren Ramadhan 2019.

Narasumber kegiatan tersebut adalah dr. Ery Prasetya, SH., M.Psi. Beliau adalah seorang dokter sekaligus psikolog yang memiliki pondok pesantren khusus ABK. Pada kegiatan ini, beliau menyampaikan motivasi kepada orangtua siswa sehingga mereka diharapkan lebih ikhlas dalam mengemban amanah mengasuh ABK. 

Pengajian menjelang berbuka puasa ini setidaknya diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari siswa, orangtua siswa, guru, serta komite sekolah. Narasumber menyampaikan bahwa dalam mendidik anak menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa, tidak cukup hanya dengan diberikan materi dan pelajaran saja, melainkan juga diberikan contoh terutama oleh orangtua di rumah. Jika menginginkan anak bisa melaksanakan shalat, maka orangtua juga perlu memberi teladan melaksanakan shalat. Hal ini karena anak banyak menyerap masukan dari hal-hal yang mereka saksikan. hal-hal tersebut selanjutnya mewujud menjadi "benang karakter", yang selanjutnya benang-benang tersebut nantinya terajut menjadi karakter atau watak pada diri si anak.

Filosofinya adalah bahwa tanah yang subur dapat menumbuhkan tanaman dengan lebih baik. Demikian halnya jika lingkungan anak adalah lingkungan yang mengandung nilai-nilai keteladanan yang baik, maka tanpa banyak bernarasi pun si anak dapat tumbuh dan berkembang dari nilai-nilai tersebut.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB ini pun selanjutnya ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan berbuka puasa. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah dengan adanya beberapa orangtua siswa yang terharu akan nilai-nilai yang disampaikan oleh dr. Ery Prasetya. Mereka menjadi lebih sadar bahwa anak-anak berkebutuhan khusus yang mereka miliki tersebut merupakan kunci surga kelak si kemudian hari. Pada akhir sesi, peserta mendapatkan sertifikat dan nomor kontak sehingga para orangtua dapat berkonsultasi di kemudian hari. dr. Ery Prasetya, SH., M.Psi. dapat dihubungi melalui nomor 085879632660. (agz)




Pembelajaran Karakter Melalui Kisah Nabi dan Sahabat

Setelah selesainya kegiatan pembukaan pesantren Ramadhan, para siswa melaksanakan beberapa sesi kegiatan. Salah satu kegiatan tersebut adalah pembelajaran kisah nabi dan sahabat. Sesi ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter yang baik (akhlakul karimah) melalui kisah keteladanan utusan Allah.

Kegiatan dilaksanakan di ruang aula pukul 09.45 - 11.15 WIB. Siswa didampingi oleh wali kelas masing-masing berkumpul untuk selanjutnya menyimak arahan. Kegiatan yang dipandu oleh Muhammad Tri Wahyudi, S.Pd., ini mengusung judul "Nabi Sulaiman Yang Kaya". Kegiatan diawali dengan tanya jawab yang mengarah ke isi pembelajaran, misalnya "siapa yang kenal dengan Nabi Sulaiman?., apa saja hal menarik pada Nabi Sulaiman?., dll"

Sembari mengondisikan suasana, Pak Surya menyiapkan alat dan media pembelajaran berupa proyektor dan kaset CD Kisah Nabi Sulaiman. Setelah semuanya siap, para siswa selanjutnya menyimak tayangan audio visual tentang kisah tersebut.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah, banyak siswa yang kagum akan kehebatan yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman. Kehebatan tersebut antara lain kemampuan berkomunikasi dengan binatang, angin, bahkan jin. Namun demikian, Nabi Sulaiman tetap tunduk kepada Allah dan tidak pernah sekalipun menyombongkan diri. Pembelajaran yang ditumbuhkan adalah tentang sikap rendah hati. Meskipun seseorang diberikan berbagai kelebihan oleh Allah, namun orang tersebut tidak boleh sombong, karena semuanya hanyalah titipan. (agz)

Kamis, 23 Mei 2019

Pembukaan Pondok Ramadhan 2019

Pada hari ini, umat Islam tengah menjalani puasa Ramadhan sampai hari ke-18. Pelaksanaan puasa ini bertujuan agar manusia menjadi bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Dalam rangka meningkatkan iman dan takwa di bulan suci ini, segenap siswa dan guru melaksanakan rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini, Jumat, 24 Mei 2019 di gedung SLB Negeri 2 Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh kepala sekolah. Ibu Andri, selaku koordinator menyampaikan bahwa kegiatan hari ini dilaksanakan dalam beberapa sesi. Sesi pembukaan kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB di Aula sekolah.

Kepala SLB N 2 Yogyakarta, Dra. Tunzinah, M.Pd., menyampaikan beberapa pesan dalam sambutan diantaranya ajakan untuk ikhlas melaksanakan aktifitas ibadah di bulan Ramadhan ini. Selain itu beliau menyampaikan pada siswa untuk terus semangat melaksanakan shalat wajib lima waktu. Akhirnya kegiatan ini secara resmi dibuka oleh beliau dengan disaksikan seluruh peserta kegiatan. Yang menarik dari kegiatan ini, seusai pembukaan kegiatan, Bapak Pengawas Diksus Dinas Dikpora DIY hadir diantara para siswa. Alhamdulillah (agz)

(bersambung)




Rabu, 22 Mei 2019

Pesantren Kilat Ramadhan 1440H

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada kalangan anak-anak, maka siswa sisiwi SLB N 2 Yogyakarta akan mengikuti Pesantren Kilat  pada Jum'at 24 Mei 2019 di SLB N 2 Yogyakarta.
Adapun nara sumbernya adalah para guru SLB N 2 Yogyakarta dengan materi: Tadarus, kisah nabi, akhlak mulia, shalat, mendengarkan dongeng dari pendongeng tersohor. Kegiatan akan diakhiri dengan buka bersama. (syf)

Jumat, 17 Mei 2019

Tarawih Berjamaah di Masjid At-Tholibin Dinas Dikpora DIY

Ramadhan tiba... ramadhan tiba... ramadhan tiba. Marhaban ya ramadhan... ♫

Demikianlah lagu yang biasa kita dengar di media pada saat bulan puasa. Pada bulan ini, kegiatan ibadah yang dilakukan umat Islam antara lain sahur bersama, shalat berjamaah di masjid, ngabuburit, buka puasa bersama (bukber), dan shalat tarawih. Khusus untuk shalat tarawih, beberapa instansi mengemas acara tersebut berupa kegiatan "tarling" atau tarawih keliling ke berbagai masjid pada instansi atau tempat lain. Hal ini pula yang dilaksanakan SLB Negeri 2 Yogyakarta atas edaran dari kepala Dinas Dikpora DIY.

Ramadhan kali ini, SLB Negeri 2 Yogyakarta melaksanakan tarawih di Masjid At-Tholibin Dinas Dikpora DIY. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Mei 2019 ini diikuti oleh guru dan karyawan. Ibu Andri, selaku konseptor telah membagi tugas kepada bapak/ibu guru yang bertugas. Ada yang bertugas menjadi pembawa acara, imam, dan penceramah. 

Pelaksanaan tarawih pada kesempatan ini diikuti pula oleh warga masyarakat kompleks Jalan Cendana Dinas Dikpora DIY. Jamaah tarawih berjumlah sekitar 120 orang. Setelah selesai kegiatan, jamaah duduk bersama sambil menikmati snack yang telah disediakan.(agz)

Rabu, 15 Mei 2019

Asyiknya Belajar Table Manner di Hotel Santika Yogyakarta

Table manner merupakan serangkaian aturan yang berlaku dalam jamuan makan. Aturan ini diantaranya tentang etika/ sopan-santun, tahapan penyantapan makanan, tahapan meletakkan dan menggunakan peralatan makan. Yang termasuk etika makan yaitu cara mengambil makanan, cara meletakkan makanan ke piring, cara duduk, cara mengunyah, dan sebagainya.

Anak berkebutuhan khusus dididik di sekolah agar nantinya dapat mandiri. Kemandirian ini diantaranya adalah mampu makan tanpa bantuan. SLB Negeri 2 Yogyakarta melatih anak agar mampu memahami table manner dengan baik. Setidaknya, mereka mengerti dan mendapatkan pengalaman melaksanakan table manner di hotel atau restoran. Oleh karena itu, para siswa dengan didampingi guru belajar table manner di Hotel Santika Yogyakarta.

Hotel ini terletak di Jl. Jend. Sudirman No.19, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta. Para siswa berlatih menempatkan sendok, garpu, serta piring di sebuah meja makan. Selain itu, siswa belajar melipat serbet, menuangkan minuman, serta meletakkan makanan. Adalah suatu kegembiraan manakala siswa dapat melaksanakan table manner, misalnya menuangkan minuman tanpa tumpah, hal ini karena memang sebagian siswa adalah anak tunagrahita sedang yang perlu selalu dibiasakan agar dapat makan dan minum dengan mandiri. Kepala SLB N 2 Yogyakarta, Dra. Tunzinah, M.Pd., yang turut mendampingi siswa sesekali mengapresiasi ketika siswa dapat melaksanakan tugas dengan baik. Alhamdulillah, dengan kegiatan ini, para siswa mendapatkan pengalaman table manner, dan khusus anak tunagrahita ringan, hal ini dapat mereka kembangkan dalam keterampilan tata boga di sekolah. (syf, agz)