Setelah asyik mendengarkan dongeng, anak-anak mendapatkan kejutan edukatif dengan hadirnya tamu spesial dari Polsek Gondomanan, yaitu Bapak Sunedi dan Bapak Setyo. Kehadiran bapak-bapak kepolisian ini membawa suasana baru dalam mengenalkan Tata Tertib Sekolah, Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), serta sopan santun bermedia sosial. Melalui gaya komunikasi yang sangat merangkul dan mudah dipahami, mereka juga memberikan sosialisasi penting mengenai bahaya NAPZA, rokok, dan pencegahan tindakan bullying (perundungan) di lingkungan sekolah.
Momen paling menarik tercipta saat sesi tanya jawab berlangsung. Pendekatan ramah dari aparat kepolisian memancing keberanian anak-anak dengan berbagai hambatan untuk berinteraksi langsung. Ketika salah satu polisi melempar pertanyaan, "Apa akibatnya kalau kita membuli teman?", ananda Atha dengan cepat dan polos menyahut, "Korban perasaan!" Sontak, jawaban spontan ini membuat seluruh ruangan tertawa lepas. Di balik kepolosannya, celetukan Atha menyimpan makna yang sangat tepat, bahwa tindakan bullying pasti akan melukai perasaan dan membuat teman menjadi sedih. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka dalam berkomunikasi dan menjawab pertanyaan, bapak-bapak polisi pun membagikan hadiah menarik yang langsung disambut senyum sumringah anak-anak.
Keceriaan hari itu semakin lengkap saat jam istirahat tiba. Anak-anak duduk rapi untuk menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kebetulan hari ini merupakan hari perdana pelaksanaannya. Mengamati seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan penuh kehangatan, Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan pesan penuh harap. "Kehadiran bapak-bapak kepolisian hari ini sangat berarti untuk menanamkan kedisiplinan dan kerukunan pada anak-anak hebat kita. Semoga pemahaman tentang budaya 5S dan bahaya bullying ini membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, dan selalu saling menyayangi," tutur beliau tersenyum.
Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
.png)


