Adalah Aleser Ghaizan Althaf, siswa kelas 5 dari SD Muhammadiyah Sapen yang hadir melempar senyum ceria didampingi ayah dan ibunya. Lewat bakat dan kemampuannya sendiri yang memukau, Aleser membawakan lakon bertajuk "Suparman yang Ingin Menjadi Superman". Ia tampil secara tunggal dan sukses memborong semua peran sekaligus. Kisahnya berkutat pada seseorang yang bermimpi menjadi pahlawan super demi menggagalkan aksi deforestasi hutan yang ugal-ugalan.
Melalui gaya penceritaannya yang asyik, Aleser membawa sebuah pesan moral yang sangat membumi. Ia mengingatkan kita semua bahwa untuk menjaga kelestarian alam, seseorang tidak perlu repot-repot berubah menjadi Superman atau meminjam sayap Gatotkaca. Kuncinya cuma satu: cukup menjadi manusia yang peduli. Kepedulian ini bisa dimulai dari langkah paling sederhana dalam keseharian, yaitu membuang sampah pada tempatnya.
Penampilan monolog Aleser benar-benar mengunci perhatian seluruh murid. Mereka tampak sangat fokus menikmati alur cerita yang disajikan. Di tengah keseruan mendongeng, Aleser memadukan ceritanya dengan properti tak terduga, mulai dari bantal Superman, replika pusaka Kotang Antakusuma, hingga alat musik tradisional saron. Kelucuan memuncak saat suara ketukan saron tiba-tiba berbunyi nyaring menyela sebuah adegan. Anak-anak yang sedang serius menyimak sontak terperanjat kaget, sedetik kemudian mereka langsung tertawa lepas bersama-sama.
Kegiatan mendongeng yang interaktif ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh senyum. Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus pesan mendalam melihat antusiasme murid-muridnya. "Saya berharap anak-anak pandai bercerita untuk mengembangkan komunikasinya. Keterampilan ini sangat bermanfaat untuk melatih kemandirian mereka," tutur beliau menyemangati.
Pengalaman mendengarkan cerita ini menjadi ruang belajar yang sangat menyenangkan. Anak-anak dengan berbagai hambatan mendapatkan contoh nyata bagaimana keberanian berekspresi, berimajinasi, dan menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang membahagiakan.
Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
.png)



