Ditemani oleh Ibu Siwiyanti, Ibu Sunarminingsih, dan Bapak Awan, kehadiran tim sekolah ini bertujuan untuk menyerap sari pati Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) agar bisa berkelindan mesra dengan Kurikulum Berliyata (Berbasis Lingkungan, Budaya, dan Pariwisata) yang selama ini kita jalankan. Kita sadar betul bahwa mendidik murid dengan hambatan intelektual memerlukan pendekatan yang melampaui sekadar transfer ilmu pengetahuan.
Momen paling menyentuh terjadi saat alunan lagu berjudul "Ngajeni" bergema di ruangan. Lirik demi lirik yang dinyanyikan bukan sekadar barisan kata, melainkan sebuah pengingat bahwa unggah-ungguh adalah identitas kita. Lagu ini seolah menjadi jembatan bagi kita para pendidik untuk kembali merenungkan bahwa teknologi seperti AI mungkin bisa mengajarkan teori sopan santun, namun tidak akan pernah bisa menggantikan "rasa" dan ketulusan hati seorang guru dalam membentuk karakter murid.
Ibu Dyah Sulistyawati menekankan bahwa budaya ngajeni—menghargai orang lain, bersikap santun, dan rendah hati—harus menjadi perilaku alami murid-murid kita dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan yang konsisten di sekolah, kita berharap sosok Ramahita (Ramah Tunagrahita) benar-benar tecermin dalam diri setiap murid; mereka yang mampu bersosialisasi dengan hangat dan percaya diri di tengah masyarakat, berbekal adab yang luhur khas Yogyakarta.
Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
.png)

