NqN5LWB7MGx5MWRcLGx5NGFcLDcsynIkynwbzD1c

Menempa Kemandirian Hijau: Cerita Murid SLB Negeri 2 Yogyakarta Belajar Budidaya Maggot dan Biosaka di Talimaja

BLANTERLANDINGv101
2388665784219781519

Menempa Kemandirian Hijau: Cerita Murid SLB Negeri 2 Yogyakarta Belajar Budidaya Maggot dan Biosaka di Talimaja

Selasa, 19 Mei 2026

Suasana Taman Lingkungan Masyarakat Jageran (Talimaja), Mantrijeron, Yogyakarta pada Selasa, 19 Mei 2026 terasa begitu hangat. Puluhan murid kelas 6, 9, dan 12 SLB Negeri 2 Yogyakarta berkumpul bersama orang tua dan guru pendamping, Ibu Wiwik Sri Rejeki, S.Pd. dan Ibu Sunarminingsih, S.Pd. Kehadiran mereka menjadi bagian dari program Pembimbingan Karir untuk membekali para murid menyongsong masa depan mandiri setelah lulus sekolah, selaras dengan visi sekolah yang Beriman, Berbudaya, Berprestasi, dan Mandiri, serta semangat maskot kebanggaan, Ramahita.

Keindahan Ecoprint dan Peluang Bisnis Ramah Lingkungan

Sesi pertama oleh ibu prof. Irene selaku narasumber yang membagikan ilmu tentang seni ecoprint. Beliau memaparkan bagaimana dedaunan dan bunga asli di sekitar rumah bisa disulap menjadi motif kain yang bernilai seni tinggi. Walaupun dalam sesi ini anak-anak belum berkesempatan mempraktikkannya secara langsung, penjelasan yang interaktif berhasil memantik rasa ingin tahu yang besar dari para murid dan orang tua yang hadir.

Memasuki sesi kedua, suasana menjadi semakin seru saat beralih membahas budidaya maggot. Bapak Debu mengajak seluruh peserta memahami siklus hidup lalat Black Soldier Fly (BSF), mulai dari pengelolaan telur, perawatan baby maggot, hingga menjadi maggot dewasa yang siap dipanen. Budidaya ini diperkenalkan sebagai peluang usaha menjanjikan karena maggot memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan ternak. Di samping potensi ekonominya, sektor ini menjadi solusi cerdas dalam mengelola sampah organik rumah tangga agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Dialog Hangat Sakha dan Rahasia Ramuan Biosaka

Ada momen menarik yang mencuri perhatian di tengah paparan tentang maggot. Ketika narasumber menjelaskan bahwa bau menyengat dari sampah organik bisa dihilangkan dengan semprotan cairan Biosaka, seorang murid bernama Sakha langsung mengacungkan tangan dengan antusias.

"Kalau manfaat Biosaka selain untuk menghilangkan bau sampah untuk apa lagi, Pak?" tanya Sakha dengan penuh rasa ingin tahu.

Pertanyaan kritis dari Sakha ini pun disambut senyum hangat oleh Bapak Debu. Beliau kemudian menjelaskan bahwa ramuan herbal ini memiliki khasiat luar biasa lainnya, seperti mengobati luka tergores, meredakan sakit gigi, bahkan aman jika disemprotkan langsung ke dalam air minum untuk menjaga kesehatan tubuh.

Rasa penasaran para peserta akhirnya terjawab tuntas pada sesi ketiga, saat seluruh murid dan orang tua diajak belajar membuat Biosaka dasar. Proses pembuatannya ternyata sangat ramah keluarga dan mudah dipraktikkan di rumah. Bahan utamanya cukup memanfaatkan minimal lima jenis daun atau rumput hijau sehat yang bebas hama di sekitar pekarangan, seperti daun mint, kelor, bayam brazil, rumput teki, atau daun kaki naga.

Keunikan Biosaka terletak pada cara pembuatannya yang mengandalkan kelembutan tangan. Menggunakan kedua tangan, dedaunan tersebut diremas pelan di dalam wadah bulat berisi air bersih. Sembari meremas, air diputar secara konsisten ke arah kiri atau berlawanan dengan jarum jam hingga warna daun berubah menjadi transparan. Ramuan alami yang kaya manfaat ini bahkan memiliki daya simpan yang sangat lama, hingga mencapai lima tahun.

Bekal Kemandirian dari Rumah

Melalui seluruh rangkaian kegiatan di Talimaja ini, diharapkan para murid mendapatkan pengalaman berharga yang bisa langsung diterapkan di lingkungan rumah. Sepulang dari kegiatan ini, anak-anak diharapkan mampu memulai gaya hidup minim sampah dengan memanfaatkan sisa makanan dapur untuk pakan maggot.

Keterampilan memproduksi kain ecoprint skala kecil atau merawat tanaman hias menggunakan Biosaka buatan sendiri diharapkan mampu menumbuhkan jiwa wirausaha hijau di dalam diri mereka. Aktivitas produktif seperti ini menjadi modal penting bagi anak-anak dengan hambatan untuk melatih kepedulian pada lingkungan, sekaligus membangun rasa percaya diri dan kemandirian finansial mereka sejak dini.


Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta

BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang