Aula SLB Negeri 2 Yogyakarta menjadi saksi momen penuh kehangatan saat seluruh warga sekolah kembali berkumpul pada hari Senin, 30 Maret 2026. Hari pertama masuk sekolah setelah libur Idulfitri ini diisi dengan kegiatan Syawalan sekaligus upacara perpisahan bagi salah satu guru teladan yang memasuki masa purna tugas, Bapak Muh Safii, S.Ag., M.Pd. Dipandu oleh Ibu Sunarminingsih selaku pembawa acara, kegiatan ini berlangsung khidmat dengan pendampingan penuh dari para wali kelas agar setiap murid dapat mengikuti rangkaian acara dengan nyaman dan bermakna.
Suasana sakral mulai terasa saat Nawa melangkah maju ke depan untuk memimpin Ikrar Syawalan. Momen ini menjadi sarana belajar yang luar biasa bagi para murid untuk melatih keberanian berbicara di depan publik. Dengan penuh perhatian, teman-teman Nawa menyimak dan menirukan ikrar tersebut secara bersama-sama, menciptakan harmoni suara yang melambangkan semangat kebersamaan. Menguatkan momentum tersebut, Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan nasihat mendalam kepada seluruh warga sekolah. Beliau menekankan bahwa inti dari perayaan ini adalah keberanian untuk saling memaafkan dengan tulus, sehingga setiap individu dapat memulai kembali proses belajar dan mengajar dengan hati yang bersih dan penuh semangat kekeluargaan.
Acara kemudian berlanjut pada sesi kesan dan pesan yang sangat menyentuh hati. Mewakili rekan-rekannya, Erinta, Maulana, Wahid, Fajrul, dan Rifai maju untuk menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala bimbingan yang telah diberikan oleh Bapak Safii selama ini. Dengan tulus, mereka mendoakan agar Bapak Safii senantiasa diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menunaikan ibadah haji yang direncanakan pada bulan depan. Senada dengan para murid, Ketua Komite Sekolah, Ibu Shinta Damayanti, SE., juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Safii atas dedikasi tanpa lelah dalam membimbing para siswa istimewa hingga menjadi pribadi yang lebih mandiri.
Dalam pesan terakhirnya, Bapak Muh Safii memberikan wejangan khusus kepada seluruh murid dan guru untuk terus menjaga tali silaturahmi meskipun dirinya sudah tidak lagi bertugas di sekolah secara kedinasan. Beliau menekankan bahwa kekuatan persaudaraan adalah kunci keberhasilan dalam mendidik anak-anak. Keberanian siswa juga kembali tampak pada sesi bercerita, di mana Rafi dan Alle dengan antusias membagikan pengalaman seru mereka selama merayakan Idulfitri di rumah masing-masing. Momen haru semakin terasa saat prosesi jabat tangan dilakukan secara tertib dan khidmat, menandai permohonan maaf lahir dan batin antarwarga sekolah.
Sebagai penutup yang penuh keceriaan, kegiatan dilanjutkan dengan acara kado silang yang dipandu oleh Ibu Nurul dan Ibu Badar. Diiringi lagu-lagu bertema Lebaran di sekolah, para murid tampak sangat gembira saat saling bertukar bingkisan. Lebih dari sekadar kemeriahan, sesi ini bertujuan menanamkan nilai luhur tentang indahnya berbagi dan pentingnya menghargai pemberian orang lain tanpa melihat nilai materinya. Melalui rangkaian kegiatan ini, SLB Negeri 2 Yogyakarta selain merayakan kemenangan hari raya, juga merajut nilai-nilai kemandirian, rasa syukur, dan toleransi yang akan terus melekat dalam jati diri setiap peserta didik.
Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
.png)



