NqN5LWB7MGx5MWRcLGx5NGFcLDcsynIkynwbzD1c

“Tingkatkan Resiliensi, SLB Negeri 2 Yogyakarta Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana”

BLANTERLANDINGv101
2388665784219781519

“Tingkatkan Resiliensi, SLB Negeri 2 Yogyakarta Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana”

Kamis, 28 Agustus 2025

 

Dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan tanggap bencana, SLB Negeri 2 Yogyakarta menyelenggarakan "Pelatihan Kesiapsiagaan Kebencanaan" pada hari Jumat, 29 Agustus 2025. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai ikhtiar bersama untuk menciptakan sekolah yang aman dan tangguh.

Materi inti disampaikan oleh para trainer dan praktisi dari BPBD. Sesi pertama yang dibawakan oleh Bapak Fahmi menekankan moto utama mitigasi: “Kenali Ancamannya, Kurangi Risikonya.” Beliau memaparkan bahwa dengan adanya temuan tiga sesar aktif baru di tahun 2024 dan 7 potensi ancaman bencana di Kota Yogyakarta, kesiapsiagaan adalah harga mati. Peserta dibekali panduan praktis saat gempa, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Secara khusus, pelatihan ini membahas penanganan bencana yang disesuaikan dengan konteks Sekolah Luar Biasa. Narasumber memberikan panduan krusial, misalnya untuk anak dengan hambatan autis atau tunagrahita sedang yang mungkin sulit diajak berkoordinasi saat evakuasi. "Jika situasi tidak memungkinkan untuk evakuasi cepat, lebih aman untuk tetap berada di dalam ruangan di titik kumpul yang aman hingga tim penyelamat datang," jelas narasumber. Materi spesifik ini diapresiasi secara mendalam oleh para guru, yang menganggapnya sebagai keterampilan praktis yang sangat penting dan relevan dengan tugas mereka sehari-hari.

Pelatihan dilanjutkan dengan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh Bapak Ibnu Hajar, yang menggarisbawahi pentingnya etika penolong dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Puncak acara adalah sesi simulasi, di mana seluruh peserta terlibat langsung. Mereka mempraktikkan cara penanganan korban tersedak, teknik mengangkat korban ke atas tandu dengan benar, serta penggunaan papan bidai untuk kasus patah tulang.

Melalui rangkaian teori, diskusi, dan praktik langsung ini, seluruh guru dan karyawan SLB Negeri 2 Yogyakarta kini dibekali pengetahuan dan keterampilan yang lebih komprehensif. Harapannya, kesiapsiagaan ini dapat memperkuat resiliensi sekolah dan menciptakan lingkungan belajar yang jauh lebih aman bagi seluruh siswa.

oleh: tim humas slb negeri 2 yogyakarta

BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang