YOGYAKARTA — Suasana pagi di Jalan Panembahan Senopati tampak lebih semarak pada Senin Kliwon, 5 Oktober 2026. Sejak pukul 08.45 WIB, halaman SLB Negeri 2 Yogyakarta telah dipenuhi oleh murid, guru, tenaga kependidikan, serta para orang tua yang bersiap mengikuti kirab budaya. Kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta ke-221 Tahun Jawa (2026) yang mengangkat tema besar "Budyawicitra Nayenggita".
Di bawah koordinasi Ibu Cita, barisan kirab mulai melangkah keluar dari gerbang sekolah dengan tertib. Para murid dengan hambatan intelektual maupun hambatan lainnya berjalan berdampingan bersama orang tua dan bapak-ibu guru. Rute yang ditempuh cukup ikonik karena membelah jantung pusat kota dan kawasan wisata utama, mulai dari sekolah menuju kawasan Pasar Beringharjo, berlanjut menyusuri jalur pedestrian Jalan Malioboro, melintasi kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, hingga akhirnya kembali lagi ke kampus SLB Negeri 2 Yogyakarta.
Sepanjang perjalanan, kelancaran barisan kirab mendapat dukungan penuh dari jajaran kepolisian di lapangan. Para petugas polisi tampak sigap mengatur arus lalu lintas dan membantu menyeberangkan rombongan di setiap persimpangan padat, sehingga anak-anak dapat melangkah dengan aman dan nyaman. Kehadiran para aparat dan pendamping membuat para murid semakin berani berinteraksi langsung dengan ruang publik.
Pemandangan hangat pun berulang kali tercipta di sepanjang rute. Saat berpapasan dengan rombongan barisan kirab dari peserta lain, keluarga besar SLB Negeri 2 Yogyakarta saling melempar senyum dan bertukar sapa akrab. Antusiasme masyarakat sekitar maupun pengunjung di kawasan Pasar Beringharjo, Malioboro, dan Titik Nol Kilometer juga begitu terasa. Banyak warga yang berhenti sejenak untuk menyapa, memberikan tepuk tangan penyemangat, hingga mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel dan perangkat dokumentasi mereka. Sorot kamera warga disambut dengan lambaian tangan dan raut wajah bangga dari anak-anak, menjadi latihan nyata untuk memupuk rasa percaya diri serta kemandirian sosial mereka di tengah masyarakat luas.
Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh warga sekolah dan orang tua murid yang turut berjalan bersama dari awal hingga akhir rute. Menurut beliau, keikutsertaan dalam semarak peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 ini menjadi ruang belajar kontekstual yang sangat berharga bagi para murid.
"Momen kirab bersama ini menegaskan semangat SLB Negeri 2 Yogyakarta dalam merawat warisan budaya, sekaligus menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya Jogja secara langsung di dalam pembelajaran," tutur Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd.
\Langkah bersama menyusuri sumbu historis Yogyakarta ini pun selaras dengan visi sekolah "Beriman, Berbudaya, Berprestasi, dan Mandiri" yang senantiasa dihidupkan di lingkungan sekolah. Lewat perjumpaan hangat di jalanan kota, anak-anak belajar mengenal tata krama, mencintai tradisi daerahnya, dan merasakan langsung sambutan ramah masyarakat Yogyakarta terhadap ruang inklusi.
Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
Photo: Mama Shanum
.png)