Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Ibu Sunarmi selaku pembawa acara (MC). Kehangatan langsung terasa ketika jajaran pimpinan Maxim hadir menyapa langsung para murid, guru, tenaga kependidikan, mahasiswa pendamping, serta orang tua wali murid. Hadir dalam kesempatan tersebut lima perwakilan manajemen Maxim, yakni Bapak Artur Kolpakov (International Development Manager), Bapak Pipit Nurdianto (Regional Development Manager), Bapak Dien Affiudin (Regional Development Manager), Bapak Sidney Ilman Aziez (Head of Subdivision), serta Bapak Parantio Bagus Nugroho (Head of Subdivision).
Momen manis terjadi saat anak-anak mempraktikkan bekal pelajaran bahasa Inggris mereka untuk menyapa Bapak Artur Kolpakov yang datang langsung dari Rusia. Seruan kompak "Good morning, Sir!" dari puluhan murid membuat suasana aula menjadi sangat akrab. Dalam sambutannya yang diterjemahkan oleh Bapak Pipit Nurdianto, Bapak Artur menyampaikan rasa terima kasih serta kekagumannya kepada keluarga besar sekolah, sembari menyemangati anak-anak bahwa mereka semua memiliki masa depan yang cerah.
"Saya sangat terkesima dan bangga terhadap kreativitas hari ini, dan juga para guru yang amat perhatian dengan para murid disabilitas di sini," ujar Bapak Artur Kolpakov di hadapan para murid dan guru.
Memasuki sesi utama, pertunjukan live show diambil alih dengan apik oleh Bapak Maungguh selaku pemandu pertunjukan. Beliau mengemas jalannya gelar karya dengan konsep kreatif yang menjembatani tayangan layar dengan aksi panggung secara langsung. Setiap kali video proses belajar di kelas selesai diputar di layar, para murid bersama guru pembimbing langsung melangkah keluar ke atas panggung untuk memamerkan karya asli mereka di hadapan para tamu.
Beragam hasil pembelajaran vokasi dan seni dari murid dengan hambatan intelektual, hambatan pendengaran, hambatan penglihatan, maupun hambatan gerak fisik ditampilkan secara bergantian. Dari bidang seni rupa dan kriya kayu, para murid memamerkan lukisan kanvas yang menghiasi dinding aula serta suvenir gantungan kunci cantik berbahan manik-manik dan olahan kayu. Dari kelas tata boga, anak-anak menyajikan jus buah segar buatan sendiri yang langsung dinikmati bersama di lokasi. Panggung pun semakin semarak lewat penampilan seni tari, lantunan lagu dari kelas seni musik, pengenalan media pembelajaran Wayang Tri Rama (Ramada, Rama Ina, dan Ramahita), hingga peragaan busana (fashion show) yang memamerkan eloknya batik karya tangan para murid.
Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., menyambut gembira kolaborasi yang terbangun bersama Maxim. Beliau menilai kunjungan dan dukungan dari dunia usaha ini memberikan ruang apresiasi yang sangat berharga bagi tumbuh kembang rasa percaya diri serta kemandirian murid. Hal itu pun diamini oleh Pengawas Diksus, Ibu Sri Muji Rahayu, S.Pd., M.Pd., yang kemudian turut mengekspresikan dukungan dengan foto bersama.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kepedulian tim Maxim bagi anak-anak di SLB Negeri 2 Yogyakarta. Di balik hambatan yang dimiliki, setiap murid menyimpan potensi dan keunikan luar biasa yang terus kami asah melalui berbagai keterampilan vokasi maupun seni. Dukungan kolaborasi dari dunia usaha dan masyarakat luas seperti ini menjadi energi positif yang menguatkan langkah anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, mandiri, dan percaya diri," ungkap Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., yang dalam prosesi sambutan dan penerimaan simbolis di aula turut diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Shanti Purwasih, S.Pd.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Maxim menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kegiatan pembelajaran para murid di SLB Negeri 2 Yogyakarta. Bapak Parantio Bagus Nugroho dalam sesi interaktif yang meriah, lengkap dengan pembagian popcorn dan suvenir untuk berfoto bersama, turut memaparkan dukungan layanan transportasi Maxim yang dapat dimanfaatkan para murid untuk berangkat dan pulang sekolah dengan aman. Kolaborasi transportasi ini melanjutkan jejak baik yang telah berjalan selama dua tahun terakhir, salah satunya melalui bantuan beasiswa saldo perjalanan sekolah bagi murid pengguna kursi roda, serta penyediaan kode promo khusus bagi keluarga besar sekolah. Para mitra pengemudi pun telah dibekali standar pelayanan ramah disabilitas, seperti kesigapan menanyakan kebutuhan bantuan pelanggan dan membantu menata kursi roda ke dalam bagasi mobil.
Kabar baik lainnya yang turut diperkenalkan dalam acara ini adalah peluncuran Tarif Inklusif Baru dari Maxim bagi para mitra pengemudi difabel. Melalui program ini, potongan komisi bagi pengemudi difabel diturunkan hingga hanya 1 persen, baik untuk pengambilan pesanan dari daftar maupun melalui mode penugasan otomatis. Cukup dengan melampirkan SIM kategori D atau D1 beserta Kartu Difabel atau Surat Keterangan Difabel, program ini membuka peluang penghasilan mandiri yang luas bagi penyandang disabilitas dewasa.
Rangkaian acara siang itu meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak yang tampil maupun menonton. Salah satu murid, Rafi Widodo, tampak sumringah seusai mengikuti rangkaian gelar karya dan berfoto bersama para tamu.
"Senang sekali hari ini acaranya seru, bisa tunjukkan karya teman-teman di depan tamu dari jauh, dapat popcorn dan hadiah juga. Terima kasih Maxim, besok main ke sekolah lagi ya!" ujar Rafi Widodo dengan senyum polosnya.
Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
Foto: Tim IT
.png)
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)