![]() |
| Praktik membuat puding pada pembelajaran IPAS topik Mengenal Sifat Benda Padat, Cair, dan Gas di dapur SLB Negeri 2 Yogyakarta, Senin (7/9/2026). |
Kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan topik Mengenal Sifat Benda Padat, Cair, dan Gas tersebut dilaksanakan oleh Suci Hatti Imani, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK), pada Senin (7/9/2026) pukul 08.00–09.00 WIB. Penyampaian materi dan pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dilaksanakan di ruang kelas, sedangkan praktik membuat puding dilaksanakan di dapur SLB Negeri 2 Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan 5 peserta didik tunagrahita kelas 4, 5, dan 5 SDLB Fase B, dan merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkelanjutan (Quality Education).
Pembelajaran diawali di ruang kelas dengan penyampaian materi mengenai ciri-ciri benda padat, cair, dan gas melalui tayangan video serta kartu gambar. Peserta didik diajak mengamati dan menunjuk contoh benda di sekitar sesuai wujudnya, dilanjutkan dengan pengerjaan LKPD 1 untuk menunjukkan contoh benda, serta LKPD 2 dan LKPD 3 untuk mengelompokkan dan mengidentifikasi sifat benda.
Setelah kegiatan di kelas, peserta didik diajak menuju dapur sekolah untuk melakukan eksperimen sederhana membuat puding. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik mengamati perubahan wujud bahan puding dari cair menjadi lebih padat setelah melalui proses pengolahan dan pendinginan, sehingga konsep perubahan wujud benda dapat dipahami secara konkret dan menyenangkan.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik, khususnya dalam memahami konsep sifat dan perubahan wujud benda secara nyata melalui pengalaman langsung, bukan sekadar teori. Pendekatan discovery learning dan diferensiasi yang diterapkan turut melatih kemandirian peserta didik dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran, mulai dari pengamatan, diskusi, hingga praktik.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat SDGs poin ke-4 dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan bermakna bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti ini, diharapkan pemahaman peserta didik terhadap konsep sains dasar dapat semakin kuat dan mudah diingat. Ke depan, pendekatan pembelajaran serupa diharapkan dapat terus dikembangkan pada topik-topik IPAS lainnya agar proses belajar tetap menarik, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di SLB Negeri 2 Yogyakarta.
.png)
