Jumat Krida juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tentang pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Di sekolah kami, artinya setiap murid punya kesempatan belajar, berlatih mandiri, dan ikut terlibat dalam kegiatan bersama. Belajar di sini juga mencakup kebiasaan baik, nilai keagamaan, keterampilan sehari-hari, dan cara bergaul dengan orang lain.
Murid berkeliling ke empat pos pembelajaran. Di Pos Otak Cerdas, mereka bermain mencari pasangan, menyusun benda dengan benar, dan mengerjakan tantangan belajar lainnya. Permainan ini melatih daya ingat, konsentrasi, dan cara berpikir untuk memecahkan masalah sederhana. Tingkat tantangannya disesuaikan agar setiap murid bisa mencoba dan berhasil.
Di Pos Ibadahku, murid mengenal dan mempraktikkan ibadah sesuai agama masing-masing. Mereka belajar lewat gambar, menyusun urutan, dan praktik sederhana. Tujuannya agar nilai-nilai agama terbiasa dijalankan dalam keseharian.
Pos Aku Mandiri paling dekat dengan kegiatan di rumah. Murid merapikan tempat tidur dan tas, menyiapkan perlengkapan belajar, lalu membereskan kembali barang yang sudah dipakai. Semuanya dikerjakan sendiri, dan guru memberi arahan atau bantuan sesuai kebutuhan masing-masing murid.
Di Pos Kebaikan, murid berlatih menolong teman, berbagi, bergiliran, berkata sopan, dan bekerja sama. Kebaikan tidak hanya dibicarakan. Murid langsung mempraktikkannya bersama teman-temannya.
Lewat empat pos ini, murid belajar berpikir, beribadah, mandiri, dan peduli pada sesama. Setiap murid mendapat kesempatan yang sama untuk ikut serta, dan semua itu menjadi bekal mereka untuk hidup bersama di masyarakat. Pesan Jumat Krida kali ini sederhana: "Rajin belajar, rajin beribadah, mandiri, dan senang berbuat baik."
SLB Negeri 2 Yogyakarta akan terus menghadirkan kegiatan seperti ini agar setiap murid dapat belajar dan berkembang sesuai potensinya.
Oleh: Savira Salsabilla Firdaus
NIM: 23010330149
Editor: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
.png)

.jpeg)

