Keluarga besar SLB Negeri 2 Yogyakarta kembali diliputi suasana haru dan bangga. Kabar gembira ini bermula dari sebuah pesan singkat Kepala Sekolah, Ibu Dyah Sulistyawati, S.Pd., M.Pd., di grup WhatsApp yang membagikan informasi kompetisi Lomba Video Sorai Anak DIY. Tantangan ini langsung disambut antusias oleh Pak Awan dan Pak Maung yang dengan sigap mendampingi murid-murid untuk memproduksi sebuah karya visual bermakna.
Proses kreatif pun berjalan seru. Ananda Atha Prabaswara didapuk sebagai pemeran utama, didukung oleh akting natural dari Akbar, Alle (Shalahudin Arraisi Ibnu Triyanto), Fia Rahmawati, Ahmad Rafi Widodo, dan Maulana Nurridhwan Permana. Bersama-sama, mereka merampungkan syuting sebuah film pendek berjudul "Kalau Tak Ada yang Peduli". Karya ini menyuarakan realita keseharian tentang masih adanya murid berkebutuhan khusus yang kerap tidak dipedulikan di lingkungan sekolah. Lewat alur ceritanya, anak-anak menyelipkan sebuah pengingat lembut: pada dasarnya setiap manusia saling membutuhkan, dan sekolah akan menjadi rumah yang menyenangkan jika dihiasi dengan kepedulian.
Kerja keras mereka berbuah sangat manis. Bersaing dengan 80 peserta dari jenjang SMA, SMK, dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta, karya anak-anak Ramahita berhasil meraih Juara 3! Momen penyerahan penghargaan dilangsungkan dengan meriah pada Jumat, 7 Agustus 2026, berlokasi di Taman Budaya Embung Giwangan. Hadiah kebanggaan tersebut diserahkan langsung oleh staf perwakilan Gubernur DIY kepada para pemenang.
Ada pemandangan yang sangat menggemaskan usai prosesi penyerahan piala. Ananda Atha mendadak diserbu tamu undangan yang antusias mengajaknya berfoto bersama. "Atta punya fans. Banyak yg pengin foto," tulis Ibu Dyah membagikan momen lucu tersebut di grup sekolah. Tentu saja, euforia ini ikut dirasakan oleh teman-teman satu timnya. Wajah lelah mereka tergantikan dengan tawa lepas sambil bersorak kegirangan, "Horee!"
Kemenangan ini membawa makna yang sangat dalam bagi kemandirian dan kepercayaan diri peserta didik kita. Ibu Dyah Sulistyawati menyampaikan rasa syukurnya melihat anak-anak mampu bersaing dan bersanding dengan peserta dari sekolah umum. "Alhamdulillah, anak-anak dapat berkarya bareng dengan teman-teman dari sekolah reguler," tutur beliau bangga. Pengalaman luar biasa ini menjadi cerita indah tentang bagaimana keberanian berekspresi mampu menembus batas hambatan dan menyentuh hati banyak orang.
Oleh: Tim Humas SLB Negeri 2 Yogyakarta
.png)

