Kunjungan ke Dunia Industri

Para siswa dan guru berkunjung ke pabrik bakpia "Bakpiapia". Hal ini dalam rangka pembelajaran di luar kelas. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sudut pandang dan pengalaman pada siswa tentang kegiatan kewirausahaan.

Outbond Siswa dan Orangtua

Alam adalah tempat kita berkiprah. Oleh karena itu, sesekali kita perlu hadir akrab dengannya yang salah satunya melalui kegiatan outbond. Kegiatan ini diikuti pula oleh orangtua siswa. Selain mendampingi putra/putrinya, mereka turut menyatu dengan seluruh warga sekolah yang hadir.

Kegiatan Apel Pagi Siswa dan Guru

Apel pagi dilaksanakan setiap hari Selasa-Jumat pukul 07.15 WIB. Kegiatan dalam apel pagi yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars dan hymne SLB Negeri 2 Yogyakarta, berdoa bersama, penyampaian pengumuman, dan diakhiri dengan saling berjabat tangan.

Pembelajaran Keterampilan Tata Boga

Siswa dan Guru asyik bereksperimen di dapur. Mereka melaksanakan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menjalin kerjasama dengan baik adalah budaya kerja kami.

Pembelajaran Keterampilan Kriya Kayu

Di bengkel ini, kami memroduksi beraneka kerajinan dari kayu diantaranya: APE, gantungan kunci, dan pernak-pernik lainnya. Hasilnya kami jual dalam berbagai event pameran.

Rabu, 22 September 2021

Pelatihan Pembuatan Batik Shibori Guna Meningkatkan Kompetensi Guru SLB Negeri 2 Yogyakarta

        SLB Negeri 2 Yogyakarta - Batik merupakan salah satu bentuk kerajinan tangan yang memiliki nilai seni tinggi dan merupakan salah satu warisan budaya negara kita yang sudah dikenal dunia.  Memperhatikan hal tersebut maka SLB Negeri 2 Yogyakarta mengadakan pelatihan kegiatan membatik selama empat (4) hari dimulai tanggal 20 -23 September 2021  bertempat di Aula Lantai 2 SLB Negeri 2 Yogyakarta. Dra. Tunzinah M. Pd., selaku Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Yogyakarta menyampaikan bahwa selain hal yang telah disampaikan diatas juga mempertimbangkan potensi guru, potensi peserta didik, potensi sekolah, dukungan stakeholder, potensi lingkungan budaya dan sosial terdekat terlebih sebagai kekayaan dan identitas daerah yogyakarta khususnya maka kegiatan ini perlu diadakan. Ketua kegiatan pada kesempatan kali ini adalah beliau Bapak Agung Sulistiyo, M. Pd. dengan menghadirkan narasumber Ibu Rita Rita Yoane Putri  dan Tri Aji Wibowo dari Sera Shibori yang beralamat di Jln. Palagan Tentara Pelajar no. 124, Sleman, Yogyakarta. Jenis Batik Shibori dipilih karena keunikan, kekinian serta kemudahan dalam pembuatannya. Hari pertama pelatihan dijelaskan beberapa teknik dalam pembuatan batik shibori yang nanti akan digunakan dalam praktik pembuatan batik shibori. Beberapa teknik tersebut antara lain yaitu :

1. Nui Shibori

Teknik pembuatan batik shibori dengan cara menjelujur sederhana pada sebuah kain kemudian benang ditarik seketat mungkin agar menghasilkan sebuah kerutan rapat.

2. Kumo Shibori

Teknik pembuatan batik shibori dengan cara melipat kain secara halus dan merata kemudian kain tersebut diikat menjadi bagian-bagian yang berdekatan sehingga menghasilkan pola seperti sarang laba-laba.

3. Arashi Shibori

Teknik pembuatan batik shibori dengan cara melilitkan kain pada sebuah tiang kemudian lilitan kain tersebut diikat kencang dengan benang sepanjang tiang lalu kain didorong sehingga membentuk kerutan.

4. Itajime Shibori

Teknik pembuatan batik shibori dengan cara melipat dan menjepit kain diantara dua buah kayu lalu mengikatnya dengan tali atau benang. Itajime ini umumnya bernuansa kotak-kotak.

5. Kanoko Shibori

Teknik pembuatan batik shibori dengan cara mengikat bagian tertentu dari kain. Pola yang dihasilkan pada kain sangat bergantung pada seberapa ketatnya ikatan kain dan bagian mana ikatan yang diterapkan.

6. Miura Shibori

Teknik pembuatan batik shibori dengan cara menghias kain yang dilakukan dengan mencabut bagian tertentu pada kain dengan menggunakan jarum kait tanpa memerlukan simpul khusus apapun cukup dengan mengikat dan melonggarkan kain menggunakan tali.

        Kemudian dilanjutkan dengan praktik dengan menggukan kain sepanjang satu meter dengan teknik melipat sesuai keinginan bapak/ ibu guru peserta kemudian dilanjutkan dengan pewarnaan. 

                                                              

                                                                      

        Hari kedua pelatihan praktik membuat kain batik shibori dengan menggunakan kain sepanjang 2 meter yang rencananya kain tersebut akan dijadikan seragam bersama. Pelipatan kain tersebut dilakukan dengan berpasangan dua orang dimana saling bergantian dalam pelipatannya. Berikut foto kegiatannya. 

                                                    

                            
                                                           

    Hari ketiga pelatihan praktik dengan menggunakan bahan kaos berwarna putih dengan teknik pelipatan yang hampir sama dengan kain batik yang kemarin. Seperti biasa bapak/ ibu guru berkreasi sesuai dengan selera masing-masing. Berikut dokumentasi proses kegiatan dan hasil kreasi.

                                                        

                                                

      Hari keempat pelatihan dengan agenda evaluasi kegiatan selama tiga hari dan juga pemberian hadiah kepada bapak/ ibu guru yang memiliki karya terbaik, berani berkreasi tanpa takut salah, perpaduan warna terbaik, motif terbaik yang telah memenuhi kategori penilaian dari narasumber. Dalam kesempatan ini antusias bapak/ ibu guru sangat tinggi dalam menanyakan terkait teknik, komposisi warna maupun motif-motif dalam pembuatan kain shibori guna diimplemantasikan dalam pembelajan dan praktik bersama murid-murid nantinya.

-Ferry

                                                              

Kamis, 16 September 2021

Indeks Kepuasan Masyarakat 2021